Matematika

Matematika ? Seluruh dunia tahu apa itu matematika. Kalau kita bertanya sama orang-orang terutama kalangan pelajar mereka akan mengatakan, matematika itu susah, matematika itu ngejelimetin, matematika itu bikin stress. Jujur saya bisa dibilang tidak suka sama pelajaran matematika dari saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Namun matematika bisa dibilang dasar dari semua bidang ilmu. Kenapa dasar ? semua tingkah laku kita pasti berhubungan dengan matematika. Contoh misalnya kita pergi kepasar membeli makanan atau barang, pasti kita harus menghitung berapa harga semua barang yang kita beli sampai kita memberikan uang kepada pedagangnya. Namun banyak pula yang suka pelajaran matematika mereka berpendapat untuk mencari jawaban dari soal-soal matematika itu bisa dibilang tantangan yang luar biasa.
Matematika adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian. 
  • Katanya Benjamin Peirce dia mengatakan matematika itu sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting" 
  • Katanya Albert Einstein dia mengatakan matematika itu "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."
Sekarang matematika dipakai oleh semua bidang sebagai alat penting di berbagai bidang. Cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.  

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika

Am i Evoluting ??

Am I Evoluting ?? Apakah saya berevolusi ??

Kita pasti tau apa artinya evolusi ? Benar evolusi ada perubahan pada makhluk hidup yang dialami secara berangsur-angsur dalam waktu yang lama. Kalau saya ditanya "apakah saya mengalami evolusi ??" Pastinya saya akan menjawab "iya, saya berevolusi".

Karena semua makhluk hidup pasti mengalami perubahan dan tidak dipungkiri saya pun mengalaminya. Apalagi bila melihat fisik tubuh saya yang sekarang, sangat mengalami perubahan bila dibandingkan saat saya baru dilahirkan. Jauh perbedaannya, waktu bayi berat saya 36 Kg dan panjang 50 Cm, namun sekarang saya memiliki berat 51 Kg dan panjang 168 Cm. Sangat jauhkan perbedaannya ?? Dulu saya tidak bisa berbicara sekarang saya bisa berbicara kapan saja dan semau saya. Dulu saya tidak bisa berjalan, lalu saya merangkak dan saya diajarkan oleh kedua orang tua saya untuk berjalan dan sekarang saya bisa kemana saja yang saya mau. Waktu kecil saya tidak mempunyai gigi sekarang saya mempunyai gigi yang lumayan banyak hehe fungsinya untuk mengunyah makanan. 

Sifat saya pun tidak luput mengalami evolusi. Pada saat saya masuk TK, saya adalah anak yang bisa dibilang nakal. Saya tidak bisa dikasih tau oleh orang tua saya dan saya cenderung melawan mereka dan kalau perlu saya mengamuk sejadi-jadinya sampai orang tua saya memberikan apa yang saya mau. Saat SD sifat TK saya masih melekat, sampai saya pernah tidak mau sekolah karena orang tua saya memasukan saya ke sekolah negeri (TK saya sekolah swasta). Sampai kelas 2 SD Ibu saya masih menemani saya dikelas karena saya belum mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru saya. Namun seiring waktu saya berubah, saya tidak keras kepala lagi dan menuruti kata-kata orang tua saya. Sampai akhirnya saya mengalami pubertas dan saya mulai tertarik dengan lawan jenis dan rasa malu muncul di diri saya. Tanpa saya sadari, saya sudah beranjak dewasa dan saya sudah mengerti mana yang baik buat saya dan mana yang tidak baik buat saya. Semoga untuk kedepannya saya akan mengalami perubahan dan membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Apa yang saya lakukan untuk melestarikan kelangsungan hidup di bumi?


EARTH HOUR


Pasti tidak asingkan dengan kalimat diatas ?? Indonesia pun melakukan hal tersebut. Earth hour ialah salah satu cara untuk melestarikan bumi kita dengan cara mematikan lampu selama 1 jam, yang meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim. 

Kita sebagai anak muda sekarang pasti tidak ingin kelak anak cucu kita tidak bisa melihat keindahan bumi kita kan ?? Banyak cara untuk menolong bumi kita. Dari hal yang kecil kita bisa mengurangi pemakaian listrik yang berlebihan. Matikan TV bila tidak dipakai, AC jangan dinyalakan selama 24 jam dan yang lain-lain. Mulailah dari diri kita sendiri untuk menjaga kelangsungan bumi kita.

Metode Ilmiah

Metode ilmiah bisa dibilang suatu penjambaran atau suatu kebenaran terhadap dengan cara yang logis yang diperoleh dari fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan secara sistematis. Biasanya metode ilmiah dilakukan dengan cara observasi serta membentuk prediksi (hipotesis) dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Hipotesis pun diuji kebenarannya dengan mengunakan eksperimen. Jika hasil hipotesisnya bisa teruji kebenarannya, maka hipotesisnya bisa dijadikan suatu teori ilmiah. Dalam pembuatan metode ilmiah terdapat beberapa kriteria, yaitu :
  • Observasi Awal : Mencari sumber dari topik yang akan diteliti.
  • Mengindetifikasikan Masalah : Menentukan masalahnya yang akan diteliti dan lebih spesifik.
  • Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis :Hipotesis atau kesimpulan sementara  membantu peneliti untuk mengarahkan jalan pikiran kearah yang diinginkan.
  • Eksperimen : Digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
  • Menyimpulkan Hasil Hipotesis : Ringkasan yang disimpulkan dari percobaan yang telah diuji dari hipotesis yang sudah diajukan.
Kriteria ini harus terdapat di metode ilmiah agar hasil penilitiannya benar-benar dari fakta yang di uji secara logis. Apabila hipotesis lolos uji maka hipotesis tersebut bisa menjadi suatu teori ilmiah yang memungkinkan orang lain menjadikannya sebagai bahan dalam eksperimen-eksperimen lainnya.


Sumber : http://alphaomega86.tripod.com/metode_ilmiah.htm

Jika Aku Mengubah Nama Bumi



Bumi ialah salah satu planet di tata surya yang usianya diperkirakan mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (astronomical unit) id.wikipedia.org. Bentuk bumi yang seperti bulatan gepeng atau yang disebut oblate spheroid ini tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa.

Bumi adalah tempat kita tinggal, tempat kita menjalani kehidupan dari kita lahir sampai kita meninggal dan masih banyak hal yang kita ketahui tentang bumi. Tapi disini saya bukan menjelaskan fungsi bumi atau apa arti bumi itu sebenarnya. Jika saya diberikan kebebasan oleh PBB untuk menggantikan nama bumi, saya akan memberikan nama "Unlimited" yang tidak terbatas. Karena bumi terbentuk bukan hanya dari satu elemen saja tetapi beberapa elemen yang terkait seperti air, udara, tanah dan api. Menurut saya apabila bila air merupakan prinsip dasar segala sesuatu, maka seharusnya air terdapat di dalam segala sesuatu dan tidak ada lagi zat yang berlawanan dengannya.

Sehingga saya sangat yakin dengan nama itu. Apabila suatu hari nanti saya diberi kebebasan untuk mengganti nama bumi saya akan menggantinya dengan "Unlimited" tidak terbatas.

Alam Semesta

Tata surya terdiri dari satu Matahari dan semua benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Matahari adalah bintang yang menghasilkan cahayanya sendiri. Benda yang mengedari bintang dinamakan planet. Sebagian besar planet memiliki satelit (bulan) yang berjalan mengelilinginya. Dalam tata surya kita semuanya terdapat sembilan planet yang mengedari matahari.

Planet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
  • Planet besar seperti Merkurius, Venus, Bumi dan Mars
  • Planet kecil seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
 PLANET

Planet adalah salah satu benda langit. Planet juga memiliki massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk keseimbangan hidrostatik. Planet diambil dari kata-kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8. 

Sejarah Nama Planet

Lima planet terdekat dari Matahari selain Bumi ialah Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet tersebut. Pada abad ke-6 SM, bangsa Yunani memberi nama Stilbon (cemerlang) untuk Planet Merkurius, Pyoroeis (berapi) untuk Mars, Phaethon (berkilau) untuk Jupiter, Phainon (Bersinar) untuk Saturnus. Khusus planet Venus memiliki dua nama yaitu Hesperos (bintang sore) dan Phosphoros (pembawa cahaya). Hal ini terjadi karena dahulu planet Venus yang muncul di pagi dan di sore hari dianggap sebagai dua objek yang berbeda. Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memperkenalkan nama-nama dewa dalam mitologi untuk planet-planet ini. Hermes menjadi nama untuk Merkurius, Ares untuk Mars, Zeus untuk Jupiter, Kronos untuk Saturnus dan Aphrodite untuk Venus. Namun demikian ketika planet ke-7 ditemukan, planet ini diberi nama Uranus yang merupakan nama dewa Yunani. Dinamakan Uranus karena Uranus adalah ayah dari Kronos (Saturnus). Mitologi Romawi sendiri tidak memiliki padanan untuk dewa Uranus. Planet ke-8 diberi nama Neptunus yaitu dewa laut dalam mitologi Romawi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Planet





Metode Ilmiah

I. Masalah
  • Tari Pendet Sebagai Budaya Bangsa yang Harus Dilestarikan

II. Rumusan Masalah
  • Apa peranan masalah lokal dalam melestarikan tari pendet ?

III. Observasi
  • Mengamati setiap gerakan penari pendet dan memberikan angket pertanyaan kepada masyarakat-masyarakat Bali.
IV. Hipotesis
  • Mungkin tari pendet dapat dilestarikan dengan cara masyarakat antusias belajar dan menjaga agar tidak dicuri oleh negara lain.
V. Eksperimen
  1. Tujuan : untuk mengetahui seberapa antusiasnya masyarakat Indonesia terutama Bali dengan kebudayaan tari pendet tersebut.
  2. Membuat angket dan disebarkan kepada masyarakat Bali
  3. Menanyakan kepada masyarakat Bali bagaimana respon mereka dengan kebudayaan tari pendet.
  4. Hitung hasil angket supaya mengetahui kesimpulannya.
VI. Kesimpulan
  • Setelah saya melakukan eksperimen kemudian mengamati respon masyarakat Bali terhadap tari pendet, yang saya dapat adalah:
  1. Banyak masyarakat yang ingin belajar tari pendet akan tetapi karena kesibukan masing-masing individu banyak masyarakat asli bali tersebut yang tidak bisa tari pendet.
  2. Masyarakat juga banyak menyalahkan pemerintah karena kurangnya perhatian terhadap budaya Indonesia sendiri terutama tari pendet.
Jadi masyarakat sebagai salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pelestarian kebudayaan tari pendet tersebut.